h1

Karena Aku Hamba-Mu Juga (KAHJ)

Februari 8, 2011

Kuyakin dulu fitrahku pernah berjanji
Namun kini hanya dosa mengunung tinggi
Tapi aku hamba Mu juga

Kusadar meski berderainya air mata
Tak menghapus salah yang tak terhitung angka
Tapi aku hamba Mu juga

Yang ingin berubah, yang ingin juga Kau lihat
Bahwa aku pada Mu

sungguh
Jangan pernah Kau jauhkan cahaya Mu
dalam membimbingku
Berikan arah langkah tuk berubah dan tak menyerah
Jangan pernah Kau palingkan cinta Mu dalam menegurku
Bilaku ingkari lagi semua janji di hati
Jangan pernah berhenti; karena aku hamba Mu juga
Kuingin berubah sebelum habis waktuku
Aku ingin Kau bangga menciptakanku

——————————————————(The Fikr)——-

h1

Ketika cinta memanggil..

November 22, 2010

Permulaan bukan berarti  tak mengerti apa-apa, karena

Untuk cinta: ia di anugerahkan bukan diajarkan

Tentang cinta: ia hadir untukmu, meski kadang kau tak menginginkannya

Rahasia cinta: ia tak pernah terungkap

Inti dari cinta: cinta itu sendiri meskipun ia tak dapat berdiri sendiri

Ya Allah..Maha Cahaya..limpahkanlah selalu Nur-Mu tuk terangi hati yang terhijjab kilau semu dunia. Tuntunlah aku agar tak tersesat menapaki sirotol mustaqim-Mu. Penuhi hati ini dengan rahmat dan hidayahmu. Anugerahkan pengetahuan agar aku dapat membedakan mana yang hak dan yang bathil. Dan ajari aku untuk selalu mencintai-Mu melalui ciptaan-Mu. Jauhkanlah prasangka terhadap qodho dan qodhar yang telah Engkau tetapkan kepadaku, karena yang datang dari-Mu adalah yang terbaik untukku. Bijakkan aku dalam amarahku hingga tak akan ada hati yang terluka karena ucapku.

Baca entri selengkapnya »

h1

Karena engkau Ayah terbaik sedunia..

Oktober 6, 2010

Gerimis tak juga terlihat akan mereda, kubiarkan rombongan butiran air itu menyentuh diriku, menjamah jaket hitam motif kotak kesayanganku. Setelah menunggu tak terlalu lama yang aku tunggu akhirnya datang juga, besi tua dengan enam roda yang dijejali dengan manusia didalamnya, Kendaraan jenis inilah yang setia mengantarkankan diriku menuju kota kelahiranku. Dengan posisi berdiri selama setengah jam bus yang aku tumpangi telah mengantarku sampai di terminal Kampung Rambutan yang terlihat cantik bermandikan cahaya lampu penerang 1200 Watt.

Berbeda dengan bus yang pertama biasanya bus menuju kota yang tidak pernah tidak macet saat menjelang dan sesudah lebaran ini (baca: cikampek) hanya terisi kurang dari sepuluh penumpang ketika keluar dari terminal Kampung Rambutan, dengan begitu aku tak pernah absen menduduki tempat favorit yakni baris kedua dibelakang pak sopir. Aku memilih tempat ini bukan karena biar leluasa melihat pemandangan didepan tapi karena alasan sebagai berikut:

  1. Agar  turunnya cepat karena dekat dengan pintu depan (Kenapa tidak memilih bangku paling depan?), alasan kedua adalah jawabannya. Baca entri selengkapnya »
h1

Matematika menjaga kemurnian Al-Quran

September 17, 2010

Di sebagian benak kita, sudah dianggap umum agama  itu tidak ada hubungannya dengan masalah iptek. Padahal, jika dicermati lebih jauh, Alquran memuat segala sesuatu. Dalam firmannya Allah SWT menyatakan tidak ada sesuatu apa pun yang aku tinggalkan dalam Alquran. Hal ini berlaku juga dengan ilmu matematika. Anggapan kita matematika itu tidak ada hubungan sama sekali dengan Alquran. Apakah anggapan ini benar? Jika kita cermati, banyak surat dalam Alquran yang berbicara mengenai matematika.

Dalam Alquran ada matematika yang dibahas secara tersurat. Contohnya, masalah pecahan disebutkan dalam surat Annisa.

11. Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa’atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Baca entri selengkapnya »

h1

Rosulullah dan 10 malam terakhir Ramadhan

Agustus 31, 2010

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5)


“1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”


dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata: “Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan Keluarganya. ” Demikian menurut lafazh Al-Bukhari. Adapun lafazh Muslim berbunyi : “Menghidupkan malam(nya), membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya. Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ’anha : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya. ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:

1. Menghidupkan malam: Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: “Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat malam hingga pagi.” Diriwayatkan dalam hadits marfu’ dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali : “Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya, serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk shakat Jum’at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Mahasuci dan Maha tinggi. ” Abu Ja ‘far berkata: Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu Abid-Dunya). Baca entri selengkapnya »

h1

Kiat Tilawah Al-Quran satu Hari satu Juz

Agustus 17, 2010

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ سِرًّ۬ا وَعَلَانِيَةً۬ يَرۡجُونَ تِجَـٰرَةً۬ لَّن تَبُورَ(*) لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۚۦۤ إِنَّهُ ۥ غَفُورٌ۬ شَڪُورٌ(*)۬

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Ada dua cara seseorang di dalam membaca kitab Allah. Pertama, tilawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, tilawah lafhzhiyyah atau qira’atul Qur’an, banyak sekali nash-nash yang menyebut keutamaannya. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dalam Shahihain, disebutkan pula hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Dua pahala ini, salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.

Dalam Shahih Muslim disebutkan riwayat dari Abu Umamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena pada hari Kiamat nanti dia akan datang sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” Baca entri selengkapnya »

h1

Pesonamu yaa Ramadhan

Agustus 5, 2010

RAMADHAN adalah sebuah bulan yang sangat erat dengan telinga setiap muslim, bahkan semenjak kecil kita telah dikenalkan dengan Ramadhan, kita semua mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan puasa, namun sangat jarang diantara kita yang mengerti apa arti Ramadhan dan makna yangterkandung dari kata “Ramadhan”itu sendiri.

Ramadhan secara leksikal berarti : membakar, amat panas. Penyebutan bulan Ramadhan -bulan ke-9 pada kalender Hijriah- sesuai dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut.”

Kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan Ramadhan tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah Ramadhan dan bukan menyembah Tuhannya Ramadhan, kalau memang kita menyembah Tuhannya Ramadhan maka tidak sepatutnyalah kita bermalas-malasan beribadah di luar bulan Ramadhan tersebut.

Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)

Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi.
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.