h1

Jalan Cinta yang Utama

Desember 17, 2009

. Pencinta punya pelindung dalam pembuluh darahnya,

Pencinta sibuk membicarakan Cinta yang tak dapat dibandingkan.

Kata Akal, “Rukun iman yang lima perkara sudah mencukupi, tiada lagi jalan”

Cinta menjawab, “Ada sebuah jalan, berulang kali aku melaluinya!”

Akal melihat pasar, kemudian mulai berjualan

Cinta melihat ada banyak pasar di sebalik pasar akal.

Banyak al-Hallaj mereka temui di sana, mereka meyakini jiwa cinta

Dan menolak mimbar seraya memilih tiang gantungan

Pencinta yang faqir memiliki penglihatan hati penuh pesona

Orang yang hanga mengandailkan pada akal, hatinya gelap, semua disangkalnya

Akal berkata, “ Janganlah kakimu dijejakkan di situ,

Di halaman istana hanya duri yang tumbuh!”

Cinta berkata, “Duri-duri ini semuanya milik akal yang bersarang dalam dirimu!”

Waspadalah dan diam, buanglah duri kehidupan dari telapak kaki!

Supaya kau mendapat pelindung di dalam dirimu.

Shamsi Tabriz! Kaulah matahari dalam awan kata-kata;

Apabila matahari terbit, maka setiap kata pun sirna!

—jalaluddin rumi—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: